Viral! Anak Gajah Sumatera Mati dengan Perut Mengembang, Ini Kronologinya...

Kamis 11 Sep 2025 - 14:21 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Seekor anak gajah sumatera betina yang diberi nama Kalistha Lestari, atau yang lebih dikenal dengan nama Tari, telah dilaporkan meninggal dunia di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, pada hari Rabu, tanggal 10 September 2025.

Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi dunia konservasi satwa liar Indonesia, terutama bagi para penggiat pelestarian gajah sumatera yang selama ini telah berjuang menjaga keberlangsungan spesies langka tersebut.

Tari bukan hanya sekadar anak gajah, melainkan simbol harapan dan cinta terhadap alam yang telah menyentuh hati ribuan orang melalui media sosial.

Kematian Tari, yang merupakan individu dari spesies gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), diumumkan secara resmi oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui siaran pers yang dirilis pada Kamis, 11 September 2025.

BACA JUGA:Kadispora OKU Selatan Ditahan Jaksa Tersangka Korupsi Anggaran Tahun 2023, Seret Pejabat dan Anggota DPRD

BACA JUGA:Senayan Geger! Keponakan Prabowo Mundur dari DPR, Fraksi Gerindra Segera Ambil Langkah Ini!

Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa Tari menghembuskan napas terakhirnya saat usianya baru menginjak dua tahun sepuluh hari.

Usia yang masih sangat muda untuk seekor gajah, yang secara alami dapat hidup hingga puluhan tahun di alam liar.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, memberikan penjelasan mengenai kronologi penemuan Tari dalam kondisi tidak bernyawa.

Ia menyampaikan bahwa anak gajah tersebut ditemukan telah meninggal dunia di area camp Elephants Flying Squad yang berada di SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada pukul 10:00 WIB.

BACA JUGA:Anggota DPR RI Perempuan dari Partai Gerindra Menyatakan Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Penyebabnya

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Larang Anak Main IG Usai Viral Sindir Sri Mulyani: Anak Kecil Nggak Ngerti Apa-apa

"Sebelumnya, keadaan Tari menunjukkan kondisi sehat pada Selasa (9/9), bermain seperti biasa dengan nafsu makan normal tanpa ada tanda kelemasan. Kondisinya pada sore hari itu juga terlihat stabil tanpa gejala sakit," kata Heru.

Namun, situasi berubah drastis keesokan harinya.

"Pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 08:00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan berbaring tanpa gerakan dan segera dinyatakan mati. Mahout kemudian menghubungi dokter hewan Teguh untuk melakukan pemeriksaan fisik," lanjutnya. 

Kategori :