bacakoran.co

Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperluas: Tiga Jenazah Ditemukan!

Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperluas: Tiga Jenazah Ditemukan--LINTASJATIM.com

BACAKORAN.CO - Hingga hari ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban dari insiden tenggelamnya kapal motor penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang terjadi di Perairan Selat Bali, tepatnya di sekitar wilayah Ketapang, Banyuwangi. 

Kejadian memilukan ini memicu operasi besar-besaran dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, hingga relawan serta instansi terkait lainnya yang bersinergi dalam misi kemanusiaan tersebut.

Terbaru, laporan dari lapangan mengonfirmasi bahwa tiga jenazah korban kembali ditemukan. 

Saat ini, ketiganya telah dievakuasi dan dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri guna memastikan identitas resmi para korban. 

BACA JUGA:Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tersetrum Tiang Listrik di Taman Yado, Baru Ditemukan Esok Paginya

BACA JUGA:Langsung Ditahan, Eks Walkot Palembang Harnojoyo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pasar Cinde

Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan menyeluruh, mengingat pentingnya kejelasan informasi bagi keluarga yang menanti kabar di tengah suasana penuh kecemasan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam keterangannya pada Senin, 7 Juli 2025 di Jakarta, menjelaskan bahwa pencarian korban masih terus dilanjutkan dan bahkan telah diperluas. 

Berdasarkan hasil koordinasi dan investigasi dari tim gabungan, area pencarian kini mencakup hingga 10 mil laut dari titik yang diduga sebagai lokasi tenggelamnya kapal. 

“Seluruh pihak terkait bekerja maksimal. Harapannya, dengan wilayah pencarian yang diperluas, kita dapat menemukan lebih banyak korban,” ujarnya.

BACA JUGA:Viral! Mobil Propam di Tapanuli Selatan Dikendarai Anak Dibawah Umur Tabrak Lari Pemotor, Kasi Terancam Sanksi

BACA JUGA:Surat Pendampingan Beredar, Istri Menteri UMKM Berikan Klarifikasi Terkait Kunjungan ke Eropa: Uang Pribadi

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian di bawah permukaan laut, Basarnas merencanakan penggunaan teknologi deteksi bawah air dengan mengerahkan ROV (Remotely Operated Vehicle). 

Alat canggih ini mampu menjelajahi dasar laut dan diharapkan membantu dalam proses identifikasi bangkai kapal maupun potensi korban yang belum ditemukan. 

Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperluas: Tiga Jenazah Ditemukan!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - hingga hari ini, tim sar gabungan masih terus melakukan pencarian korban dari insiden tenggelamnya kapal motor penyeberangan (kmp) tunu pratama jaya yang terjadi di perairan selat bali, tepatnya di sekitar wilayah ketapang, banyuwangi. 

kejadian memilukan ini memicu operasi besar-besaran dari berbagai unsur, mulai dari basarnas, tni/polri, syahbandar, kplp, asdp, hingga relawan serta instansi terkait lainnya yang bersinergi dalam misi kemanusiaan tersebut.

terbaru, laporan dari lapangan mengonfirmasi bahwa tiga jenazah korban kembali ditemukan. 

saat ini, ketiganya telah dievakuasi dan dalam proses identifikasi oleh tim disaster victim identification (dvi) polri guna memastikan identitas resmi para korban. 

proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan menyeluruh, mengingat pentingnya kejelasan informasi bagi keluarga yang menanti kabar di tengah suasana penuh kecemasan.

menteri perhubungan, dudy purwagandhi, dalam keterangannya pada senin, 7 juli 2025 di jakarta, menjelaskan bahwa pencarian korban masih terus dilanjutkan dan bahkan telah diperluas. 

berdasarkan hasil koordinasi dan investigasi dari tim gabungan, area pencarian kini mencakup hingga 10 mil laut dari titik yang diduga sebagai lokasi tenggelamnya kapal. 

“seluruh pihak terkait bekerja maksimal. harapannya, dengan wilayah pencarian yang diperluas, kita dapat menemukan lebih banyak korban,” ujarnya.

untuk meningkatkan efektivitas pencarian di bawah permukaan laut, basarnas merencanakan penggunaan teknologi deteksi bawah air dengan mengerahkan rov (remotely operated vehicle). 

alat canggih ini mampu menjelajahi dasar laut dan diharapkan membantu dalam proses identifikasi bangkai kapal maupun potensi korban yang belum ditemukan. 

meski begitu, tim tetap harus mempertimbangkan kondisi teknis seperti kedalaman laut, arus bawah, serta cuaca yang berubah-ubah.

menteri perhubungan turut mengingatkan seluruh petugas di lapangan untuk tetap mengutamakan keselamatan. 

“kita sudah memasuki hari-hari krusial dalam pencarian. oleh karena itu, saya tekankan agar tim selalu waspada, memperhatikan kondisi cuaca, serta menjaga keselamatan pribadi selama bertugas,” imbuhnya.

di sisi lain, akademi penerbang indonesia (api) banyuwangi turut ambil bagian dalam operasi kemanusiaan ini. 

mereka mengerahkan satu unit pesawat latih cessna 172sp g1000 dengan nomor registrasi pk-byi untuk melakukan pengintaian udara terhadap koordinat-koordinat yang dicurigai menjadi lokasi korban atau serpihan kapal. 

direktur api banyuwangi, capt. daniel dewantoro rumani, menegaskan bahwa partisipasi mereka merupakan wujud konkret pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan semangat tridharma perguruan tinggi. 

“kami ingin taruna kami belajar langsung di lapangan, tidak hanya secara teknis tapi juga dari sisi empati dan tanggung jawab sosial,” ucapnya.

penerbangan pemantauan yang dilakukan selama 1,5 jam tersebut diawaki oleh dua instruktur senior, yakni capt. argavirga mardhika dan capt. istighfar ramadhan. 

mereka fokus mengamati area-area yang dianggap strategis dan berpotensi memberikan petunjuk baru.

sementara itu, direktur jenderal perhubungan laut, muhammad masyhud, mengungkapkan bahwa insiden tenggelamnya kmp tunu pratama jaya terjadi pada rabu, 2 juli 2025 sekitar pukul 23.35 wib. 

kapal tersebut tengah dalam perjalanan dari pelabuhan ketapang, banyuwangi menuju pelabuhan gilimanuk, bali. 

menurut data yang diterima, kapal dinyatakan dalam kondisi distress pada pukul 23.20 wib, sebelum akhirnya tenggelam hanya 15 menit kemudian pada koordinat 8° 9'32.35"s 114°25'6.38"e.

tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya protokol keselamatan pelayaran serta kesiapsiagaan tanggap darurat di laut. 

seluruh proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, dan publik masih menanti kabar baik dari para tim penyelamat yang terus bekerja siang dan malam.

Tag
Share