bacakoran.co - kenaikan kembali mengguncang pasar tradisional di kabupaten polewali mandar, sulawesi barat.
kali ini, dan cabai dua komoditas dapur yang tak pernah absen dari masakan indonesia mengalami lonjakan harga hingga 100%.
melansir dari video youtube metro tv, fenomena ini tidak hanya mengejutkan dan konsumen, tetapi juga memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
mengapa ini penting?
tomat dan cabai bukan sekadar pelengkap rasa mereka adalah bagian dari identitas kuliner indonesia.
ketika harga dua komoditas ini melonjak, bukan hanya dapur yang terguncang, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
kita akan mengulas lebih dalam tentang penyebab, dampak, dan solusi potensial dari krisis harga ini, serta bagaimana masyarakat bisa bertahan di tengah badai ekonomi yang tak terduga.
lonjakan harga yang menggila
menurut laporan metrotv, harga cabai besar yang sebelumnya dijual rp20.000 per kilogram kini melonjak menjadi rp30.000.
sementara itu, harga tomat mengalami kenaikan paling drastis, dari rp10.000 menjadi rp25.000 hingga rp30.000 per kilogram.
kenaikan ini terjadi dalam waktu singkat dan membuat banyak warga terpaksa mengurangi pembelian atau mencari alternatif bahan masakan.
pasokan minim, permintaan tinggi
penyebab utama lonjakan harga ini adalah terbatasnya pasokan dari daerah penghasil seperti sulawesi selatan dan sulawesi barat.
cuaca ekstrem dan gangguan distribusi membuat pasokan ke pasar tradisional polewali mandar tersendat.
di sisi lain, permintaan tetap tinggi, terutama menjelang musim hajatan dan perayaan lokal, sehingga harga pun melambung.
dampak ke konsumen dan pedagang
kenaikan harga ini sangat dirasakan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
banyak yang mengeluh karena anggaran belanja harian menjadi tidak cukup.
pedagang pun ikut terdampak karena penurunan jumlah pembeli dan risiko kerugian akibat stok yang tidak laku.
“biasanya saya beli tomat 2 kilo, sekarang cuma bisa 1 kilo.
cabai juga mahal sekali, padahal saya jualan nasi kuning,” ujar seorang pedagang makanan di pasar sentral polewali.
potensi dampak ekonomi lebih luas
lonjakan harga tomat dan cabai ini berpotensi memicu inflasi pangan lokal, terutama jika tidak segera ditangani.
pemerintah daerah dan dinas terkait perlu mengambil langkah cepat, seperti mendatangkan pasokan dari daerah surplus atau memberikan subsidi harga untuk komoditas tertentu.
solusi jangka panjang
untuk mengatasi fluktuasi harga yang kerap terjadi, para ahli menyarankan adanya buffer stock atau stok penyangga untuk komoditas hortikultura.
selain itu, diversifikasi sumber pasokan dan peningkatan teknologi penyimpanan hasil panen bisa menjadi solusi jangka panjang.
kenaikan harga tomat dan cabai di polewali mandar bukan sekadar isu pasar, melainkan cerminan dari tantangan distribusi dan ketahanan pangan daerah.
diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku pasar untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan dapur masyarakat tetap terpenuhi.
kalau kamu tinggal di daerah yang terdampak, bagaimana cara kamu menyiasati harga bahan pokok yang melonjak?