bacakoran.co – saat rapat dengan komisi vi dpr ri tengah berlangsung, ceo rosan perkasa roeslani mendadak pamit lantaran mendapat panggilan dari presiden ri .
adapun rapat dengan dpr membahas arah strategis dan konsolidasi aset negara lewat lembaga baru bernama badan pengelola
investasi daya anagata nusantara (bpi danantara).
nah, saat pembahasan belum rampung, rosan angkat bicara.
“mohon izin, saya harus meninggalkan rapat karena dipanggil bapak presiden pukul 12.30 wib,” ujar rosan di ruang rapat dpr.
sinyal penting atau urusan genting?
pemanggilan oleh presiden prabowo ini tentu bikin penasaran.
apakah ini sekadar pertemuan biasa, atau ada agenda strategis negara yang lebih besar di baliknya?
namun, sebelum meninggalkan rapat, rosan sempat menyampaikan pokok-pokok materi.
ia menekankan peran danantara sebagai lembaga yang mengonsolidasikan seluruh aset bumn dengan misi menciptakan nilai baru yang produktif.
mendorong transformasi besar-besaran terhadap pengelolaan aset negara.
“kami menjunjung tinggi tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. tugas kami bukan sekadar memindah aset, tapi menciptakan nilai jangka panjang bagi indonesia,” papar rosan.
apa itu danantara?
bpi danantara adalah lembaga strategis yang baru dibentuk.
ia memiliki otoritas penuh mengelola aset, mengolah dividen dari holding bumn, dan menginvestasikannya kembali ke sektor-sektor potensial melalui holding investasi.
ketua komisi vi dpr, anggia ermarini, turut menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap danantara yang masih dalam tahap awal.
“karena ini lembaga baru, maka perhatian semua pihak termasuk dari presiden sangatlah penting. kita ingin danantara bisa menjelma menjadi entitas strategis seperti visi besar presiden,” katanya.