bacakoran.co

Beras Oplosan Picu Krisis, Pasokan Beras Medium di Muara Jambi Menipis!

Kasus beras oplosan kembali mencuat dan menimbulkan dampak serius di Muara Jambi. Kelangkaan beras medium menjadi sorotan utama, memicu keresahan masyarakat dan pedagang.--Youtube-JambiTV

BACAKORAN.CO - Muaro Jambi tengah menghadapi krisis pangan yang mengkhawatirkan.

Pasokan beras medium, yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, mendadak hilang dari pasaran.

Kelangkaan ini juga diduga kuat akibat sebagai dampak dari maraknya kasus beras oplosan yang sedang mengguncang distribusi pangan di wilayah tersebut.

Melansir dari video youtube JambiTV, kelangkaan beras medium tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga memicu keresahan sosial.

BACA JUGA:Warga Surabaya Waspada! Harga Beras dan Minyak Merangkak Naik, Apa Penyebabnya?

BACA JUGA:Oplos Beras Tak Sesuai SNI, Polri Tetapkan Petinggi Sania-Fortune Tersangka!

Banyak sebuah keluarga kini harus mengurangi konsumsi ataupun mencari alternatif yang belum tentu lebih sehat.

Pedagang pun kehilangan pendapatan, dan distribusi pangan lokal terganggu.

Apa Itu Beras Oplosan?

Beras oplosan adalah praktik mencampur beras berkualitas rendah dengan beras premium untuk meningkatkan keuntungan secara tidak etis.

BACA JUGA:Polri Panggil Tersangka Kasus Pengoplosan Beras Premium Minggu Depan, Siapa Saja?

BACA JUGA:Wow! 212 Merek Beras Tidak Sesuai Standar, Mentan Amran Pastikan Kondisi Pangan Aman

Selain merugikan konsumen secara ekonomi, beras oplosan juga berpotensi membahayakan kesehatan karena tidak melalui proses pengolahan yang sesuai standar.

Dampak Langsung di Muaro Jambi

Di Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, mereka para pedagang mengaku sudah lebih dari sebulan ini tidak menerima pasokan beras medium dari distributor.

Sulastri, salah satu pedagang, menyebutkan bahwa beras medium biasanya dijual seharga Rp11.000 per kilogram, jauh lebih terjangkau dibandingkan beras premium yang kini menembus Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Beras Oplosan Picu Krisis, Pasokan Beras Medium di Muara Jambi Menipis!

Puput

Puput


bacakoran.co - tengah menghadapi krisis pangan yang mengkhawatirkan.

pasokan  medium, yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, mendadak hilang dari pasaran.

kelangkaan ini juga diduga kuat akibat sebagai dampak dari maraknya kasus  yang sedang mengguncang distribusi pangan di wilayah tersebut.

melansir dari video youtube jambitv, kelangkaan beras medium tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga memicu keresahan sosial.

banyak sebuah keluarga kini harus mengurangi konsumsi ataupun mencari alternatif yang belum tentu lebih sehat.

pedagang pun kehilangan pendapatan, dan distribusi pangan lokal terganggu.

apa itu beras oplosan?

beras oplosan adalah praktik mencampur beras berkualitas rendah dengan beras premium untuk meningkatkan keuntungan secara tidak etis.

selain merugikan konsumen secara ekonomi, beras oplosan juga berpotensi membahayakan kesehatan karena tidak melalui proses pengolahan yang sesuai standar.

dampak langsung di muaro jambi

di desa rengas bandung, kecamatan jambi luar kota, mereka para pedagang mengaku sudah lebih dari sebulan ini tidak menerima pasokan beras medium dari distributor.

sulastri, salah satu pedagang, menyebutkan bahwa beras medium biasanya dijual seharga rp11.000 per kilogram, jauh lebih terjangkau dibandingkan beras premium yang kini menembus rp14.000 hingga rp16.000 per kilogram.

akibat kelangkaan ini, masyarakat terpaksa membeli beras premium yang harganya lebih tinggi, sehingga menambah beban ekonomi rumah tangga.

sulastri mengungkapkan bahwa saat stok tersedia, ia bisa menjual hingga dua ton beras medium per bulan.

kini, ia dan pedagang lain hanya bisa menunggu kepastian dari distributor.

pemerintah turun tangan

menanggapi situasi ini, pemerintah provinsi jambi telah mengeluarkan surat edaran resmi yang meminta penarikan sementara sejumlah merek beras dari peredaran.

langkah ini diambil setelah tim satgas pangan dan ditreskrimsus polda jambi menemukan indikasi beras oplosan dalam inspeksi mendadak pada juli 2025.

surat edaran tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen dan memastikan bahwa beras yang beredar di pasaran aman dan sesuai standar.

namun, kebijakan ini juga berdampak pada ketersediaan beras di swalayan dan pasar tradisional, memperparah kelangkaan yang sudah terjadi.

solusi dan harapan masyarakat

masyarakat muaro jambi berharap agar pasokan beras medium segera kembali normal.

pemerintah daerah dan pusat diharapkan mempercepat proses investigasi dan distribusi ulang beras yang telah lolos uji kualitas.

selain itu, transparansi dari distributor dan juga sebuah pengawasan ketat terhadap praktik oplosan sangat diperlukan untuk mencegah kejadian yang serupa di masa depan.

kasus beras oplosan bukan hanya soal manipulasi produk, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

kelangkaan beras medium di muaro jambi menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat sistem distribusi, meningkatkan pengawasan, dan juga sedang memastikan bahwa kebutuhan dasar rakyat terpenuhi dengan adil dan aman.

Tag
Share