BACAKORAN.CO - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuka penukaran uang rusak bagi korban banjir di Sumatera dan Aceh.
Langkah ini bagian dari rencana BSI dalam membantu warga menyelamatkan harta benda mereka melalui layanan penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) atau uang rusak akibat terendam banjir.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan bahwa rasa empati yang mendalam atas musibah ini. Ia mencermati fenomena banyak warga yang berupaya menyelamatkan sisa-sisa harta mereka, termasuk uang tunai yang rusak terkena air dan lumpur.
"Kami menyaksikan langsung bagaimana masyarakat berjuang mengeringkan lembaran uang yang tertimbun lumpur," ungkapnya.
BACA JUGA:KUR BSI 2026, Solusi Modal Usaha Syariah Tanpa Riba untuk UMKK, Cek Tabel Angsurannya Disini!
"Sebagai bentuk layanan sepenuh hati, kami membuka pintu di seluruh outlet BSI Aceh untuk memfasilitasi penukaran uang rusak tersebut agar dapat kembali menjadi saldo tabungan atau digunakan bertransaksi,” ujar Anggoro.
Proses penukaran dilakukan secara transparan sesuai regulasi Bank Indonesia. Mencakup verifikasi fisik dan pencatatan identitas.
Bagi BSI, inisiatif ini bukan sekadar urusan perbankan, melainkan upaya mengembalikan hak finansial masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah masa sulit.

BSI memastikan kantor yang sempat terdampak banjir sudah beroperasi normal. -BSI-
Anggoro juga menghimbau agar nasabah bisa menggunakan layanan e-channel BSI lainnya seperti BSI Call 14040, mobile banking BYOND, BSI ATM, BSI Agen, BSI Net Banking, BEWIZE maupun BSI Cash Management.
BACA JUGA:KUR Mikro BSI: Modal Usaha Syariah Tanpa Bunga, Cicilan Tetap & Transparan, Ini Syarat dan Cara Pengajuannya
Fasilitas ini untuk mengoptimalkan kebutuhan transaksi yang memang bisa dilakukan tanpa harus ke kantor cabang.
Dengan memaksimalkan fasilitas ini diharapkan bisa menghemat waktu dan transaksi nasabah di kantor cabang.
Bagi BSI, membuka penukaran uang rusak bagi korban banjir ini merupakan langkah lanjutan dari optimalisasi bank dalam membantu korban banjir.
Alhamdulillah Bank Ini Mau Menerima Uang Rusak Korban Banjir
Kumaidi
Kumaidi
bacakoran.co - pt bank syariah indonesia tbk (bsi) membuka penukaran uang rusak bagi korban banjir di sumatera dan aceh.
langkah ini bagian dari rencana bsi dalam membantu warga menyelamatkan harta benda mereka melalui layanan penukaran uang tidak layak edar (utle) atau uang rusak akibat terendam banjir.
direktur utama bsi anggoro eko cahyo mengatakan bahwa rasa empati yang mendalam atas musibah ini. ia mencermati fenomena banyak warga yang berupaya menyelamatkan sisa-sisa harta mereka, termasuk uang tunai yang rusak terkena air dan lumpur.
"kami menyaksikan langsung bagaimana masyarakat berjuang mengeringkan lembaran uang yang tertimbun lumpur," ungkapnya.
"sebagai bentuk layanan sepenuh hati, kami membuka pintu di seluruh outlet bsi aceh untuk memfasilitasi penukaran uang rusak tersebut agar dapat kembali menjadi saldo tabungan atau digunakan bertransaksi,” ujar anggoro.
proses penukaran dilakukan secara transparan sesuai regulasi bank indonesia. mencakup verifikasi fisik dan pencatatan identitas.
bagi bsi, inisiatif ini bukan sekadar urusan perbankan, melainkan upaya mengembalikan hak finansial masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah masa sulit.

bsi memastikan kantor yang sempat terdampak banjir sudah beroperasi normal. -bsi-
anggoro juga menghimbau agar nasabah bisa menggunakan layanan e-channel bsi lainnya seperti bsi call 14040, mobile banking byond, bsi atm, bsi agen, bsi net banking, bewize maupun bsi cash management.
fasilitas ini untuk mengoptimalkan kebutuhan transaksi yang memang bisa dilakukan tanpa harus ke kantor cabang.
dengan memaksimalkan fasilitas ini diharapkan bisa menghemat waktu dan transaksi nasabah di kantor cabang.
bagi bsi, membuka penukaran uang rusak bagi korban banjir ini merupakan langkah lanjutan dari optimalisasi bank dalam membantu korban banjir.
sebelumnya bsi memastikan bahwa seluruh layanan perbankan telah kembali beroperasi normal. total ada pemulihan dilakukan pada 145 outlet.
bahkan dalam kurun waktu dua pekan, bsi melakukan akselerasi pemulihan yang masif. mulai dari pembersihan sisa lumpur di kantor cabang, pengaktifan jaringan telekomunikasi, hingga penyaluran bantuan logistik lebih dari 140 ton dan pembangunan hunian sementara (huntara).