bacakoran.co - aurelie moeremans akhirnya berani membuka kisah kelam yang pernah dialaminya saat berusia 15 tahun.
melalui buku berjudul broken strings, ia menceritakan pengalaman menjadi korban grooming yang sempat membekas dalam hidupnya.
keputusan untuk mengangkat kisah pribadi yang begitu sensitif ini bukanlah hal mudah.
aurelie mengakui bahwa keberanian tersebut lahir berkat dorongan dan dukungan penuh dari sang suami, tyler bigenho.
dalam sebuah wawancara, aurelie mengungkapkan bahwa tyler meyakinkannya bahwa cerita yang ia tulis bukan sekadar catatan pribadi, melainkan bisa menjadi sumber kekuatan bagi banyak orang.
“tyler bilang, ceritaku bisa menyelamatkan dan menyadarkan banyak orang. itu yang akhirnya membuatku berani,” ujar aurelie.
kata-kata itu menjadi titik balik yang membuatnya mantap untuk tidak lagi menyimpan kisah tersebut hanya untuk dirinya sendiri.
aurelie sendiri memang memiliki hobi menulis sejak lama. ia menyimpan banyak cerita pribadi yang tidak pernah dipublikasikan.
menurutnya, menulis adalah cara untuk menyalurkan perasaan, mengurai luka, sekaligus menjadi bentuk terapi. awalnya, broken strings ditulis semata-mata untuk kepentingan pribadi.
“seperti diary untuk healing. sama sekali tidak terpikir untuk diterbitkan,” tuturnya.
namun, setelah tyler membaca naskah tersebut, ia menegaskan bahwa kisah itu terlalu penting untuk disimpan sendiri.
tyler meyakinkan aurelie bahwa buku tersebut bisa menjadi cahaya bagi banyak “aurelie kecil” di luar sana, remaja yang mungkin mengalami hal serupa dan membutuhkan suara yang mewakili mereka.
keputusan untuk menerbitkan broken strings akhirnya diambil. aurelie pun menjelaskan alasan di balik pemilihan judul bukunya.
“broken strings berarti tali-tali boneka yang akhirnya putus, simbol aku yang lepas dari kontrol dan manipulasi abuserku,” ungkapnya.
judul itu bukan sekadar metafora, melainkan representasi perjalanan panjangnya untuk keluar dari jeratan trauma dan menemukan kebebasan.
proses penulisan buku ini berlangsung sangat cepat, namun penuh emosi. aurelie menulis kisahnya di masa kehamilan trimester pertama, sebuah periode yang membuatnya semakin sensitif dan reflektif.
“sangat cepat dan sangat emosional. aku menulisnya di trimester pertama kehamilanku, lalu di trimester kedua versi bahasa inggris sudah dirilis,” jelasnya.
perasaan yang campur aduk antara kebahagiaan menanti buah hati dan luka masa lalu membuat tulisan aurelie terasa begitu jujur dan menyentuh.
respon pembaca terhadap buku tersebut ternyata luar biasa. banyak yang merasa tersentuh dan terinspirasi oleh keberanian aurelie.
dorongan dari para pembaca membuatnya memutuskan untuk merilis versi bahasa indonesia.
“karena responsnya luar biasa dan banyak permintaan versi indonesia, aku menerjemahkannya hanya dalam 3-4 hari,” ucapnya.
kecepatan proses penerjemahan itu menunjukkan betapa besar komitmen aurelie untuk memastikan pesannya bisa menjangkau lebih banyak orang, khususnya di tanah air.
bagi aurelie, broken strings bukan sekadar buku, melainkan sebuah pernyataan. ia ingin menunjukkan bahwa korban grooming atau manipulasi tidak harus selamanya terjebak dalam bayang-bayang trauma.
dengan keberanian untuk berbicara, luka bisa diubah menjadi kekuatan.
aurelie berharap kisahnya bisa menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak untuk merdeka dari kontrol orang lain, dan bahwa suara korban layak didengar.
kini, di usia 32 tahun, aurelie tidak hanya dikenal sebagai aktris berbakat yang membintangi film story of kale, tetapi juga sebagai sosok yang berani mengangkat isu sensitif melalui karya tulis.
ia membuktikan bahwa seni, baik dalam bentuk film maupun tulisan, bisa menjadi medium untuk menyuarakan pengalaman pribadi sekaligus menggerakkan kesadaran publik.
melalui broken strings, aurelie moeremans menegaskan bahwa keberanian untuk berbagi cerita bukan hanya tentang dirinya, melainkan tentang semua orang yang pernah merasa terjebak dalam “tali boneka” manipulasi.
dengan dukungan suami, pengalaman menulis yang penuh emosi, dan respon hangat dari pembaca, aurelie berhasil menjadikan kisah kelam masa remajanya sebagai sumber inspirasi dan kekuatan bagi banyak orang.