Tidak Perlu Kaya atau Berjabatan! Ustadz Adi Hidayat: Begini Cara Allah Mengangkat Derajatmu
Cara Allah SWT mengangkat derajat hamba-Nya, yang bukan berdasarkan kekayaan atau jabatan duniawi melainkan ketakwaan dan kualitas hati.--Tiktok-@juttbrand68829
BACAKORAN.CO - "Siapa yang tidak menginginkan kedudukan tinggi dan penghormatan dari orang lain?
Banyak orang yang bersusah payah mengejar kekayaan, jabatan, atau popularitas demi mendapatkan derajat duniawi.
Namun, tahukah kamu bahwa ada cara yang jauh lebih bernilai untuk mendapatkan pengangkatan derajat yang sesungguhnya?"
Ustadz Adi Hidayat kembali memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana Allah SWT mengukur dan mengangkat derajat hamba-Nya.
BACA JUGA:Sholat 5 Waktu yang Paling Mulia, Ustaz Hanan Attaki Ungkap Derajat Tertinggi di Sisi Allah
BACA JUGA:Ingin Memperbaiki Diri? Mulailah dari Hal Kecil yang Membawa Berkah Besar!
Banyak yang salah kaprah mengira bahwa derajat hanya bisa diperoleh melalui prestasi duniawi atau latar belakang sosial yang tinggi.
Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki standar yang sama sekali berbeda di mana kedudukan sejati seseorang tidak ditentukan oleh apa yang dimiliki di dunia, melainkan oleh hubungan mereka dengan Sang Pencipta dan kualitas hati yang mereka miliki.
Derajat di Sisi Allah Berdasarkan Ketakwaan
Melansir dari video youtube @indriyanilahmi, Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa ajaran Islam jelas mengatur tentang bagaimana Allah mengukur derajat hamba-Nya.
BACA JUGA:Perbaiki Hatimu Dulu! Wejangan Menyentuh dari Ustadzah Halimah Alaydrus
BACA JUGA:Tips Islami Cara Perbaiki Hidup Ala Ustadzah Halimah Alaydrus yang Bisa Kamu Amalkan
Dalam Surat Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan suku-suku agar kamu saling mengenal.
Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu."
Menurut Ustadz Adi, ayat ini menjadi pondasi yang tidak bisa dilupakan bahwa tidak ada perbedaan sosial yang membuat seseorang lebih unggul di sisi Allah selain ketakwaan.