2 Bocah yang Tewas Tenggelam di Kolam Buatan Diduga Tak Pandai Berenang
Polisi meminta keterangan 2 rekan korban yang tewas tenggelam di kolam galian. (foto : ist)--
BACAKORAN.CO -- Polisi masih menyelidiki penyebab kematian 2 bocah yang pada Selasa siang sekira pukul 14.00 WIB, 3 Februari 2026 tewas tenggelam di kolam galian di Jalan Melati 4 RT 05 Kelurahan Batu Urip, Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Kedua korban sebelumnya diketahui bernama Azar (9) dan Bindi (7) warga RT 02 Kelurahan Batu Urip Kecamatan LubukLinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Kedua korban merupakan siswa SD Negeri 40, Kota Lubuk Linggau
Hasil sementara olah tempat kejadian perkara serta keterangan beberapa saksi, dugaan sementara, penyebab kedua korban tewas tenggelam diduga akibat tak pandai berenang.
Keterang itu diperoleh petugas setelah menginterogasi 2 anak lainnya yang datang ke lokasi sebelum ke dua korban tenggelam. Kedua saksi yaitu Dewa dan Subarda.
BACA JUGA:2 Bocah Tewas Tenggelam di Kolam, Pasang Police Line Polisi Selidiki Penyebab Kejadian
Informasinya, siang itu keempat anak tersebut yaitu Azar, Bindi, Dewa dan Subarda berjalan menuju ke lokasi kejadian dengan maksud hendak mandi atau berenang bersama.
Setibanya di kolam galian yang airnya keruh itu, Bindi dan Azar langsung melepas baju dan langsung masuk ke kolam yang berada di areal pembitan sawit itu.
Diduga kedua korban tidak menyadari jika kolam itu airnya cukup dalam, sementara keduanya tak pandai berenang. Tak pelak, saat masuk ke dalam air, kedua korban langsung berteriak minta tolong.
Melihat hal itu, Dewa dan Subarda panik. Lalu Subarda memanggil kakak dari salah satu korban yaitu Malik.
BACA JUGA:Ngeri! Bus Haryanto Ludes Terbakar di Tol Pemalang, 32 Penumpang Berhasil Diselamatkan
BACA JUGA:PSIM Impor Bek Asal Belanda Usai Kebobolan Terbanyak Ketujuh di Super League 2025/26
Lalu Malik bersama beberapa temannya yaitu Retno dan Faiz datang ke lokasi.
Retno dan Faiz langsung turun ke kolam berusaha menyelamatkan kedua korban. Namun ternyata nyawa kedua korban sudah lemas dan pucat.