Menpora Erick Tegaskan Keseriusan Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Atlet Panjat Tebing, Ini Langkahnya
Menpora Erick serius tangani nkasus dugaan pelecehan seksual terhadap atlet-Kemenpora-
BACAKORAN.CO - Menpora Erick Thohir tekankan keseriusannya dalam menuntaskan dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing. Alasannya, keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas utama.
Sebagai bentuk nyata perlawanan terhadap aksi kekerasan fisik dan pelecehan seksual, Menpora menggagas saluran pengaduan untuk atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Korban dapat mengirimkan laporan ke [email protected].
Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” ujar Menpora Erick.
BACA JUGA:PON 2028 Berpeluang Tambah Daerah Penyelenggara, Menpora Tunggu Putusan KONI
Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini menjadi perhatian serius publik, mengingat atlet merupakan aset bangsa yang harus dilindungi baik secara fisik maupun mental.
Olympian peraih medali emas bulu tangkis ganda putri yang juga Komite Eksekutif NOC Indonesia, Greysia Polii, menegaskan bahwa perlindungan atlet harus menjadi fondasi utama dalam sistem pembinaan olahraga nasional.

Kenyamanan atlet saat mengejar prestasi haruis dijaga dan diperjuangkan.-kemenpora-
“Sebagai mantan atlet, saya memahami betul bahwa ruang latihan harus menjadi tempat yang aman dan mendukung, bukan ruang yang menghadirkan rasa takut,” ingatnya.
“Tidak ada prestasi yang layak dibayar dengan hilangnya rasa aman dan martabat seorang atlet. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan hal ini tidak terjadi,” tegas Greysia.
Sementara itu, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) melalui Safeguarding Officer, Tabitha Sumendap, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas pemberitaan mengenai dugaan insiden kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional cabang olahraga panjat tebing.
BACA JUGA:Dilarang Terlena, Menpora Erick Serukan Semua Fokus Hadapi Rivalitas SEA Games 2027
Sebagai bagian dari Gerakan Olimpiade yang menjunjung tinggi nilai respect, excellence, dan friendship, NOC Indonesia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun. Tindakan tersebut bertentangan secara langsung dengan nilai-nilai Olimpiade serta prinsip dasar perlindungan atlet.
“Kami memandang isu ini sebagai persoalan yang sangat serius. Keselamatan, martabat, dan kesejahteraan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap ekosistem olahraga,” ujar Tabitha Sumendap, Safeguarding Officer NOC Indonesia.