Ini Alasan Mantan Pelatih Kiper Timnas Pilih Gabung Persijap yang Terancam Degradasi
Yoo Jae-hoon siap bantu Persijap lolos dari jeratan degradasi-I.League-
BACAKORAN.CO - Ada alasan tersendiri kenapa Yoo Jae-hoon yang merupakan mantan pelatih kiper Timnas Indonesia justru gabung tim terancam degradasi macam Persijap Jepara. Padahal banyak tim meminati jasanya.
Persijap di papan klasemen berada di peringkat ke-16. Persijap di sana karena memiliki baru koleksi 18 poin.
Peringkat ini masih terasa panas karena satu strip di atas zona degradasi. Tapi siap sangka justru situasi ini membuat Yo Jae-hoon memutuskan berlabuh di Persijap.
"Lima tahun di Timnas Indonesia, saya benar-benar sibuk dan sering meninggalkan keluarga. Saya sudah diskusi dengan keluarga dan mereka mendukung saya untuk kembali ke lapangan dan saya memilih Persijap," ungkap Jae-hoon.
BACA JUGA:Persijap Berikan Perlawanan, Impor Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia
Kiper berpaspor Korea Selatan ini tak mempermasalahkan posisi Persijap yang tengah berjuang lepas dari degradasi dan bisa bertahan di Super League. Baginya, itu malah menjadi tantangan.
"Seorang pelatih tidak bisa cari tim yang kuat saja. Memang itu yang saya cari, tidak seru kalau saya cari tempat yang nyaman saja," ujar Jae-hoon.
Diakuinya, keputusan memilih gabung Persijap ini sebagai mantan pelatih Timnas Indonesia, tentu ada beban. Namun, Jae-hoon sudah bertekad akan memberikan yang terbaik bagi Persijap.

Persijap Jepara berusaha keluar dari jeratan zona degradasi-I.League-
"Saya akan menikmati dengan tim saya saat ini (Persijap)," ucap pelatih yang memulai karier bermainnya di Indonesia di Persipura Jayapura tersebut.
Saat ini, Persijap memiliki pertahanan yang kurang kokoh. Mereka memiliki tingkat kebobolan keempat terbanyak di Super League.
Hingga pekan ke-22 ini, Persijap kebobolan 39 kali. Sementara kebobolan terbanyak dialami PSBS dengan kebobolan 49 kali. Kemudian disusul Persis dengan kebobolan 43 gol lalu Semen Padang dengan 41 Kai kebobolan.
BACA JUGA:Persebaya Bersiap Lampiaskan Kecewa di Bumi Kartini, Persijap Wajib Siaga!
Kondisi ini jadi tantangan untuk diperbaiki karena baginya, menangani Persijap adalah debutnya sebagai pelatih kiper selain di Timnas Indonesia. Untuk itu, kemampuan dan ilmu yang dimiliki akan Jae-hoon berikan kepada kiper-kiper Persijap.
"Supaya Persijap tetap bisa bertahan di Super League musim depan," janji Jae-hoon.
Dia sendiri di Timnas Indonesia selama lima tahun. Ketika Pasukan Garuda, julukan Timnas Indonesia, dilatih rekan senegaranya Shin Tae-yong. Tugas itu dijalaninya sejak 16 Februari 2020.
Sebelumnya, dia dikenal sebagai kiper asing yang sejak 2010 sampai 2015 di Persipura Jayapura. Dua kali dia mengantarkan Mutiara Hitam, julukan Persipura, juara kompetisi kasta tertinggi di Indonesia musim 2010-2011 dan 2013.
Klub Indonesia lain yang pernah dibela Jae-hoon antara lain Bali United FC, Borneo FC Samarinda, Mitra Kukar, dan PS Barito Putera.
Di posisi kiper, Jae-hoon akan menangani Sendri Johansah, Ardiansyah, dan Sheva Sanggasi.