bacakoran.co

Top! Petenis Muda Indonesia Ini Catatkan Sejarah di ITF, Ini Target Selanjutnya

Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong (17 tahun) catatkan sejarah di ajang ITF.-Pelti-

BACAKORAN.CO - Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong (17 tahun) catatkan sejarah. Dia mencatatkan sejarah usai mencapai final untuk kali pertama di ajang International Tennis Federation atau ITF. 

Rafa melaju ke final tunggal putra DETEC International Junior Championship

setelah atasi wakil Amerika Serikat, Brian Duan, 6-4, 6-1, di Stadion Tenis Gelora Merdeka Sukoharjo Jawa Tengah, Jumat (29/5).

"Saya senang sekali bisa ke final ITF pertama kali. Sebelumnya selalu kalah di semifinal," jelas Rafa. 

"Saya berterima kasih pada pelatihku, Om Deddy, juga kedua orang tua. Semoga saya bisa juara di sini," tegas Rafa.

BACA JUGA:Mantap! Tenis Ganda Putri Berjaya, Libas Tuan Rumah, Dobel Emas Aldila/Janice

Nukan hanya sukses catatkan sejarah mencapai final ajang ITF kali pertama, Rafa juga bukukan momen manis lainnya. 

Ini karena hasil semifinal tersebut memperpanjang rekor sempurna Rafa atas Brian Duan. Kini, rekornya tiga pertandingan tanpa balas. 

Lebih istimewanya, Rafa pun tak kehilangan set darinya. Kendatipun mempertahankan hasil straight set, kemenangan teranyar petenis binaan DETEC didapatkan dengan sulit.

"Saya ketinggalan duluan, 1-4 di set pertama. Rasanya belom ready, appearance-nya kayak belom siap. Servisku di awal juga kurang enak. Mudah dibreak dan terebut dua servis. Habis itu, saya coba main lebih agresif. Servisnya lebih masuk aja dan kasih penampilan terbaik dan bisa ambil lima game," ujarnya.


Rafa ingin juarai ajang ITF-Pelti-

Pada partai final, Sabtu (30/5), Rafa akan menantang unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brandon Duan (16). Dia sukses ke final usai mengatasi Joachim Mika Gunawan, 7-5, 6-3 di semifinal. 

Kendati belum pernah bertemu di turnamen ITF, kedua petenis kelahiran 2009 sekali bertemu di turnamen ATF (Asian Tennis Federation), untuk jenjang umur 16 tahun ke bawah. 

BACA JUGA:Eks Petenis Terseksi ini Jual Mansion Mewah yang ada lapangan Boling, Kira-kira Berapa Harganya?

Top! Petenis Muda Indonesia Ini Catatkan Sejarah di ITF, Ini Target Selanjutnya

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - rafa jeconia verdasco mangunsong (17 tahun) catatkan sejarah. dia mencatatkan sejarah usai mencapai final untuk kali pertama di ajang international tennis federation atau itf. 

rafa melaju ke final tunggal putra detec international junior championship

setelah atasi wakil amerika serikat, brian duan, 6-4, 6-1, di stadion tenis gelora merdeka sukoharjo jawa tengah, jumat (29/5).

"saya senang sekali bisa ke final itf pertama kali. sebelumnya selalu kalah di semifinal," jelas rafa. 

"saya berterima kasih pada pelatihku, om deddy, juga kedua orang tua. semoga saya bisa juara di sini," tegas rafa.

nukan hanya sukses catatkan sejarah mencapai final ajang itf kali pertama, rafa juga bukukan momen manis lainnya. 

ini karena hasil semifinal tersebut memperpanjang rekor sempurna rafa atas brian duan. kini, rekornya tiga pertandingan tanpa balas. 

lebih istimewanya, rafa pun tak kehilangan set darinya. kendatipun mempertahankan hasil straight set, kemenangan teranyar petenis binaan detec didapatkan dengan sulit.

"saya ketinggalan duluan, 1-4 di set pertama. rasanya belom ready, appearance-nya kayak belom siap. servisku di awal juga kurang enak. mudah dibreak dan terebut dua servis. habis itu, saya coba main lebih agresif. servisnya lebih masuk aja dan kasih penampilan terbaik dan bisa ambil lima game," ujarnya.


rafa ingin juarai ajang itf-pelti-

pada partai final, sabtu (30/5), rafa akan menantang unggulan kedua asal amerika serikat, brandon duan (16). dia sukses ke final usai mengatasi joachim mika gunawan, 7-5, 6-3 di semifinal. 

kendati belum pernah bertemu di turnamen itf, kedua petenis kelahiran 2009 sekali bertemu di turnamen atf (asian tennis federation), untuk jenjang umur 16 tahun ke bawah. 

pada gelaran atf 16u jakarta, dua tahun lalu, rafa mesti mengakui keunggulan wakil negeri paman sam tersebut lewat straight set, 4-6, 4-6.

"kekalahan di atf sudah cukup lama dan saya sudah siap buat revans. lawan kidal sepertinya, saya akan coba cross rally ke arah backhand. juga bakal coba main serve and volly biar cepet," ujar rafa, penggemar jannik sinner.

akan tetapi, capaian ini tak akan mudah. brian sendiri mengincar gelar itf kedua di indonesia. 

langganan tur itf di bumi nusantara ini meraih gelar perdananya pada akhir tahun lalu di turnamen selevel, itf j30 surabaya. kala itu, ia pun mengalahkan perwakilan tuan rumah, alfaradu sumirat, 6-3, 6-7(5), 6-2.

sementara di tunggal putri, menyuguhkan final ideal. unggulan pertama asal indonesia, gwen emily kurniawan (15) akan meladeni unggulan kedua asal tiongkok, xinran yan (13). 

keduanya mengincar trofi perdana tur junior itf. keduanya pun berada dalam tren menanjak dan membukukan prestasi terbaik pada april lalu. 

gwen mencapai final turnamen selevel, itf j30 bình duong, vietnam. sementara itu, yan datang bermodal perempat final itf j100 huzhou, tiongkok--dua tingkat lebih tinggi dari j30.

pada semifinal, gwen mengatasi kompatriotnya, lulwa naswardhani (16), dalam dua set langsung, 7-5, 6-4. yan melewati petenis hong kong, lena lin (14), lewat straight set, 6-3, 6-4.

turnamen bertitel resmi itf j30 sukoharjo adalah edisi kelima turnamen besutan detec. konsisten menggelar turnamen entry level itf di indonesia, detec berharap dapat mengantarkan para petenis belia indonesia ke sirkuit junior internasional dan memunculkan bibit baru.

 

Tag
Share