Sering Pakai Baju Polyester? Kenali Risiko yang Jarang Disadari
Pakai baju polyester terlalu sering bisa membahayakan anda-Foto: ist-
BACAKORAN.CO - Memilih pakaian bukan hanya soal model dan warna, tetapi juga bahan yang digunakan.
Salah satu bahan yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah polyester. Material sintetis ini terkenal karena harganya relatif terjangkau, tidak mudah kusut, cepat kering, dan memiliki daya tahan tinggi.
Namun, di balik berbagai kelebihannya, penggunaan baju berbahan polyester secara terus-menerus ternyata memiliki sejumlah kekurangan yang patut diperhatikan.
Polyester merupakan serat sintetis yang dibuat dari bahan turunan minyak bumi.
BACA JUGA:Pembacok Banpol di Pos Polisi Srigunung Sungai Lilin Akhirnya Ditangkap
Berbeda dengan serat alami seperti katun, linen, atau bambu, polyester memiliki kemampuan menyerap keringat yang lebih rendah.
Akibatnya, saat cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik, keringat lebih sulit menguap sehingga tubuh terasa lebih gerah.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit menjadi lembap lebih lama.
Pada sebagian orang, terutama yang memiliki kulit sensitif, kelembapan berlebih dapat memicu iritasi ringan, biang keringat, hingga memperparah eksim.
BACA JUGA:Cara Daftar PPG Calon Guru 2026 di SIMPKB, Lengkap dari Buat Akun hingga Cetak Kartu Peserta
Meski bukan penyebab utama penyakit kulit, penggunaan pakaian yang tidak mampu mengalirkan udara dengan baik dapat meningkatkan rasa tidak nyaman.
Selain itu, polyester juga cenderung memerangkap panas tubuh.
Karena sirkulasi udara pada kain ini lebih terbatas dibandingkan bahan alami, suhu tubuh bisa terasa lebih tinggi, terutama ketika digunakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.
Hal inilah yang membuat banyak orang merasa lebih mudah berkeringat saat mengenakan pakaian polyester.
BACA JUGA:Kejutan COC Season 3 Ruangguru: Taruna Unhan hingga STAN Turun Gunung Adu Kecerdasan
BACA JUGA:Syok! Warga NTT Diminta Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes Agrinas demi Capai Rp400 Juta Omset
Dari sisi kebersihan, polyester juga diketahui lebih mudah menyerap minyak dari kulit dibandingkan serat alami.
Minyak tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau badan. Meski pakaian telah dicuci, jika tidak dibersihkan dengan benar, bau kurang sedap terkadang masih tertinggal pada serat kain.
Bukan berarti polyester harus dihindari sepenuhnya.
Bahan ini tetap memiliki banyak keunggulan, seperti awet, ringan, tidak mudah melar, serta cocok digunakan untuk berbagai jenis pakaian olahraga modern yang telah dilengkapi teknologi pengatur kelembapan.
BACA JUGA:Membedakan Gejala Flu Biasa dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Deteksi Dini Sebelum Fatal
BACA JUGA:Bukan Hanya CV, Ini Hal Penting yang Harus Disiapkan Sebelum Wawancara Kerja
Bahkan banyak produsen kini mengombinasikan polyester dengan katun agar menghasilkan kain yang lebih nyaman.
Para ahli menyarankan agar penggunaan pakaian polyester disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk aktivitas sehari-hari yang berlangsung lama, terutama di lingkungan panas, bahan alami seperti katun umumnya lebih direkomendasikan karena memiliki daya serap keringat dan sirkulasi udara yang lebih baik.
Sementara itu, bagi mereka yang memiliki riwayat kulit sensitif, penting untuk memperhatikan reaksi kulit setelah menggunakan pakaian tertentu.
BACA JUGA:Pagi Tanpa Gula Seni Metabolisme dan Membakar Lemak Tubuh Lewat Segelas Teh Hijau Murni
BACA JUGA: Bahaya Dehidrasi Tersembunyi saat Kerja Outdoor di Bulan Juli, Kenali Gejalanya Sebelum Pingsan!
Jika muncul rasa gatal, kemerahan, atau iritasi berulang, mengganti jenis bahan pakaian bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk meningkatkan kenyamanan.
Selain memilih bahan, menjaga kebersihan pakaian juga tidak kalah penting. Pakaian yang bersih, ukuran yang tidak terlalu ketat, serta diganti setelah berkeringat dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi risiko bau badan.
Kesimpulannya, polyester bukanlah bahan yang berbahaya.
Namun, karena sifatnya yang kurang menyerap keringat dan kurang memiliki ventilasi udara dibandingkan serat alami, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca, aktivitas, dan jenis kulit.
Dengan memilih bahan pakaian yang tepat, tubuh akan terasa lebih nyaman sepanjang hari sekaligus membantu menjaga kesehatan kulit.