bacakoran.co

JDOC: Big Data dan Gotong Royong Indonesia Menghadapi Bencana

Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan kepemimpinan dalam menggerakkan seluruh elemen bangsa menghadapi salah satu bencana terbesar dalam sejarah Indonesia.gbr.ist--

BACA JUGA:Darurat Banjir Sumut: Operasi SAR Basarnas 24 Jam di Sibolga–Tapanuli, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca

Data mengenai potensi bencana, lokasi terdampak, kebutuhan evakuasi, serta kondisi lapangan dapat dikumpulkan dan dianalisis secara lebih cepat.

Hasilnya kemudian diterjemahkan menjadi keputusan yang dapat segera dijalankan.

Peringatan Dini Harus Sampai ke Masyarakat

Teknologi tidak akan berarti jika informasi tidak sampai kepada masyarakat.

Karena itu, sistem JDOC harus memastikan peringatan dini dapat diterima warga melalui berbagai saluran yang paling mudah diakses.

Bentuknya bisa berupa:

pesan singkat;
aplikasi;
sirene desa;
siaran radio lokal;
pengeras suara masyarakat;
kanal komunikasi komunitas.

Yang paling penting bukanlah seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan seberapa cepat informasi tersebut mampu menyelamatkan nyawa.

Empat Manfaat Utama JDOC

Penerapan JDOC berpotensi menghadirkan sejumlah manfaat penting.

Pertama, mempercepat peringatan dan respons, sehingga waktu untuk melakukan evakuasi dapat dimaksimalkan.

Kedua, meningkatkan kapasitas dan reputasi Indonesia dalam penanganan bencana. Jika dunia pernah melihat kemampuan Indonesia bangkit dari tsunami Aceh, maka JDOC dapat menjadi bukti bahwa Indonesia terus berinovasi.

Ketiga, meningkatkan efisiensi anggaran. Negara tidak harus memiliki seluruh infrastruktur secara permanen. Teknologi satelit, drone, dan berbagai layanan digital dapat dimanfaatkan melalui skema kerja sama atau sewa sesuai kebutuhan.

Keempat, memberdayakan masyarakat. Nelayan di wilayah pesisir, petani di pedalaman, mahasiswa, komunitas lokal, dan relawan dapat menjadi bagian dari sistem informasi kebencanaan nasional.

JDOC: Big Data dan Gotong Royong Indonesia Menghadapi Bencana

R. MUHAMMAD ZULKIPLI

djarwo


“we cannot solve our problems with the same thinking we used when we created them.” — albert einstein

bacakoran.co - kalimat albert einstein tersebut terasa relevan ketika indonesia memperingati 80 tahun . sebagai bangsa, indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, termasuk bencana alam besar yang membentuk cara kita memandang masa depan.

saya masih mengingat pengalaman antara 2009 hingga 2014 ketika dipercaya mendampingi andi arief di kantor staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan . saat itu, berbagai bencana terjadi, mulai dari banjir besar di jakarta, gempa padang, hingga erupsi gunung merapi.

dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa koordinasi lintas lembaga, kepemimpinan nasional, dan solidaritas masyarakat merupakan faktor penting dalam menyelamatkan nyawa.

pelajaran paling penting adalah bahwa dalam manajemen bencana, waktu merupakan segalanya. setiap menit keterlambatan dapat menentukan hidup dan mati seseorang.

belajar dari pengalaman tsunami aceh

indonesia tidak boleh melupakan teladan yang telah ditunjukkan pada masa lalu. dunia pernah menyaksikan bagaimana indonesia bangkit dari bencana tsunami aceh 2004.

saat itu, presiden susilo bambang yudhoyono menunjukkan kepemimpinan dalam menggerakkan seluruh elemen bangsa menghadapi salah satu bencana terbesar dalam sejarah indonesia.

presiden prabowo subianto juga pernah menegaskan bahwa kepemimpinan sby dalam menghadapi bencana tersebut merupakan warisan yang patut dihargai dan diteladani.

dunia melihat indonesia bukan hanya sebagai korban bencana, melainkan sebagai bangsa yang mampu bangkit melalui solidaritas dan koordinasi.

keberhasilan masa lalu tentu harus disyukuri. namun, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kenangan. ia harus menjadi fondasi untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, modern, dan adaptif.

tantangan bencana semakin kompleks

banjir, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, serta erupsi gunung api masih menjadi ancaman nyata bagi indonesia.

namun, perkembangan teknologi membuka peluang baru. data satelit kini dapat diperoleh dengan lebih cepat. drone komersial mampu menjangkau lokasi yang sulit diakses, sementara teknologi crowdsourcing memungkinkan masyarakat menjadi bagian dari sistem informasi kebencanaan.

masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima informasi. mereka dapat menjadi mata dan telinga negara di lapangan.

di sinilah gagasan joint disaster operations cell (jdoc) menjadi penting.

mengadaptasi konsep joint operations

pada awal 2024, amerika serikat memperkenalkan konsep joint commercial operations (jco) dalam bidang antariksa dan keamanan yang diinisiasi oleh u.s. space command.

konsep tersebut membangun ruang operasi virtual yang menghubungkan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional.

tidak harus selalu membangun gedung baru atau menambah birokrasi panjang. kuncinya adalah integrasi data, pemanfaatan teknologi komersial, dan percepatan pengambilan keputusan.

indonesia dapat mengadaptasi pendekatan tersebut dalam bidang kebencanaan melalui joint disaster operations cell atau jdoc.

jdoc menyatukan data dan kekuatan bangsa

jdoc dapat dirancang sebagai ruang komando virtual yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dan kekuatan penanganan bencana.

sistem ini dapat menghubungkan data dan kemampuan dari:

bmkg;
brin;
klhk;
bnpb dan bpbd;
basarnas;
pemadam kebakaran;
tni dan polri;
pmi;
organisasi nonpemerintah;
perusahaan teknologi;
operator satelit;
penyedia drone komersial;
komunitas lokal dan relawan.

degan sistem yang terintegrasi, informasi tidak lagi berjalan secara terpisah di berbagai lembaga.

data mengenai potensi bencana, lokasi terdampak, kebutuhan evakuasi, serta kondisi lapangan dapat dikumpulkan dan dianalisis secara lebih cepat.

hasilnya kemudian diterjemahkan menjadi keputusan yang dapat segera dijalankan.

peringatan dini harus sampai ke masyarakat

teknologi tidak akan berarti jika informasi tidak sampai kepada masyarakat.

karena itu, sistem jdoc harus memastikan peringatan dini dapat diterima warga melalui berbagai saluran yang paling mudah diakses.

bentuknya bisa berupa:

pesan singkat;
aplikasi;
sirene desa;
siaran radio lokal;
pengeras suara masyarakat;
kanal komunikasi komunitas.

yang paling penting bukanlah seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan seberapa cepat informasi tersebut mampu menyelamatkan nyawa.

empat manfaat utama jdoc

penerapan jdoc berpotensi menghadirkan sejumlah manfaat penting.

pertama, mempercepat peringatan dan respons, sehingga waktu untuk melakukan evakuasi dapat dimaksimalkan.

kedua, meningkatkan kapasitas dan reputasi indonesia dalam penanganan bencana. jika dunia pernah melihat kemampuan indonesia bangkit dari tsunami aceh, maka jdoc dapat menjadi bukti bahwa indonesia terus berinovasi.

ketiga, meningkatkan efisiensi anggaran. negara tidak harus memiliki seluruh infrastruktur secara permanen. teknologi satelit, drone, dan berbagai layanan digital dapat dimanfaatkan melalui skema kerja sama atau sewa sesuai kebutuhan.

keempat, memberdayakan masyarakat. nelayan di wilayah pesisir, petani di pedalaman, mahasiswa, komunitas lokal, dan relawan dapat menjadi bagian dari sistem informasi kebencanaan nasional.

gotong royong di era big data

jdoc pada dasarnya adalah bentuk gotong royong dalam era digital.

semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan bangsa dapat diterjemahkan ke dalam bentuk baru melalui teknologi, data, dan kolaborasi.

negara tidak bekerja sendirian. pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, relawan, dan masyarakat dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

dengan cara ini, data tidak hanya menjadi kumpulan informasi, tetapi menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

kemerdekaan harus menghadirkan rasa aman

di usia ke-80 kemerdekaan, jdoc dapat menjadi gagasan modern untuk memperkuat sistem kebencanaan indonesia.

kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang jasa para pahlawan. kemerdekaan juga berarti menghadirkan rasa aman bagi rakyat hari ini dan masa depan.

bencana akan tetap datang. namun, jumlah korban tidak harus selalu besar.

dengan sistem peringatan dini yang lebih baik, koordinasi lintas sektor yang lebih cepat, serta pemanfaatan teknologi secara optimal, indonesia dapat mengurangi dampak bencana.

ketika mengenang kembali pengalaman mendampingi andi arief di istana, saya semakin menyadari bahwa inti dari manajemen bencana adalah kemanusiaan.

jdoc bukan sekadar gagasan teknis. ia dapat menjadi janji politik dan moral bahwa negara akan hadir ketika rakyat menghadapi krisis.

pada peringatan kemerdekaan ke-80 ini, sudah saatnya indonesia melanjutkan warisan kepemimpinan masa lalu dengan lompatan baru.

merdeka bukan hanya ketika bangsa bebas dari penjajahan. merdeka juga ketika rakyat merasa terlindungi.

merdeka! merdeka! merdeka!

Tag
Share