4. Pemupukan
Pemupukan secara rutin dapat membantu pertumbuhan tanaman mint.
Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk cair setiap bulan untuk memberikan nutrisi tambahan.
Pupuk organik tidak hanya menyuburkan tanaman tetapi juga menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah.
5. Pemangkasan dan Pengendalian Hama
BACA JUGA:Fakta Unik dan Manfaat Tanaman Lempuyang yang Jarang Diketahui, Apa Aja Ya? Cekidot...
Mint adalah tanaman yang tumbuh cepat, sehingga perlu dipangkas secara teratur untuk mencegahnya tumbuh terlalu lebat dan menyebar ke area lain.
Pemangkasan juga merangsang pertumbuhan tunas baru yang lebih segar.
Potong daun atau batang yang sudah tua, layu, atau rusak.
Mint jarang diserang hama, tetapi kamu tetap perlu waspada terhadap serangga kecil seperti kutu daun.
Jika terjadi serangan hama, gunakan insektisida alami seperti campuran air dan sabun untuk mengatasi masalah ini.
6. Panen
Mint bisa mulai dipanen setelah tingginya mencapai sekitar 20-30 cm.
Panen dilakukan dengan memotong bagian atas batang, sekitar 5 cm dari pucuknya.