BACAKORAN.CO - Di tengah teriknya pagi di Banyuasin, Sumatera Selatan, antrean panjang truk dan mobil pribadi mengular nyaris tak bergerak di SPBU lokal.
Krisis kelangkaan solar kembali mencuat, menimbulkan keprihatinan dan keresahan para pengendara yang bergantung pada bahan bakar subsidi untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Dari sopir truk pengangkut logistik hingga warga biasa dengan mobil pribadi, semua terjebak dalam situasi yang semakin sering terjadi akhir-akhir ini.
Fenomena ini bukan sekadar soal antrean.
BACA JUGA:Gudang Penimbunan Solar di Pesawaran Terbakar Hebat! Ini Kronologi Lengkapnya
BACA JUGA:Sudah 5 Bulan Beroperasi, Timbun Solar dari Truk Tangki yang 'Kencing'
Ada dampak ekonomi, sosial, dan psikologis yang mengintai di balik kelangkaan solar di wilayah strategis seperti Banyuasin.
Lalu, apa pemicunya?
Dan bagaimana masyarakat setempat menyikapi permasalahan ini?
Kondisi Terkini di SPBU Banyuasin
BACA JUGA:Setelah Penertiban LPG 3 kg, Kini Solar Subsidi Jadi Incaran! Siap-Siap Aturan Baru!
Melansir dari video youtube tvOnenewscom, antrean kendaraan di SPBU Banyuasin mencapai ratusan meter.
Para sopir truk mengaku harus menunggu berjam-jam, bahkan hingga seharian penuh, demi mendapatkan solar.
Mobil pribadi pun tak luput dari antrean, menunjukkan bahwa dampak kelangkaan ini merata ke berbagai lapisan pengguna.
Fakta Kuota dan Konsumsi
BACA JUGA:Setelah LPG 3 Kg, Bahlil Lahadalia Siap Tertibkan Distribusi Solar Bersubsidi, Ada Perubahan Besar?