Sempat Dibuka Loyo, Rupiah Pukul Balik Dolar AS, Sentimen Internal-Eksternal Ini Jadi Penopang!
Sentimen internal seperti data manufaktur yang positif dan inflasi yang rendah jadi penopang rupiah menguat terhadap dolar AS.--
BACA JUGA:Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan, Ternyata Ini Biang Keladinya!
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 2,57 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2024.
Sedangkan secara bulanan, inflasi mencapai 0,04 persen.
Seperti diketahui, The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan.
Keputusan itu sesuai berdasarkan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed hari ini, Kamis (31/1/2024) waktu setempat.
BACA JUGA:Pasar Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Ditutup Menguat Jadi Segini..
Adapun bank sentral menahan suku bunga acuan pada angka 5,25 persen - 5,5 persen.
Kebijakan The Fed menahan suku bunga dalam rapat kali ini sudah diperkirakan pelaku pasar.
Dimana anggota komite sepakat mengambil keputusan dengan suara bulat.
Tak hanya itu, bank sentral dalam pertemuan itu kembali mengisyaratkan adanya pemangkasan suku bunga.
BACA JUGA:Ada Kabar Baik Ekonomi AS, Begini Pergerakan Rupiah di Perdagangan Awal Pekan
Walaupun kebijakan itu tidak segera dilakukan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan dua hari mereka, pejabat Fed membatalkan pernyataan sebelumnya mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga.
Justru mengadopsi penilaian yang lebih adil terhadap langkah kebijakan di masa depan.
“Komite menilai risiko untuk meraih tujuan lapangan kerja dan inflasi bergerak ke arah yang lebih seimbang,” seperti dikemukakan FOMC.