Gak Perlu Lama Nganggur! Eks Pegawai Sritex Siap 'Dibajak' Perusahaan Garmen
Sejumlah garmen dari luar Sukoharjo, Jawa Tengah rekrut eks pegawai Sritex untuk bekerja di perusahaannya dengan janjikan sejumlah kesejahteraan.--istimewa
Saat ini, jelas Dwi, perusahaannya membutuhkan setidaknya 500 tenaga kerja untuk posisi operator produksi.
Mereka bahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo agar proses rekrutmen dapat dilakukan langsung di lokasi.
BACA JUGA:PHK Massal Berlanjut di Indonesia: Setelah Sritex, Sejumlah Perusahaan Ini Ikut PHK Ribuan Karyawan,
BACA JUGA:12 Ribu Karyawan Sritex Kena PHK, DPR Desak Segera Penuhi Hak Pekerja!
Menariknya, perusahaan tersebut menawarkan kesejahteraan yang cukup menjanjikan.
Mulai dari gaji sesuai upah minimum regional (UMR), lima hari kerja tanpa sistem shift, dan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Begitu pun gaji dijanjikan dibayar tepat waktu.
"Alhamdulillah, sudah ada beberapa mantan karyawan Sritex yang menghubungi kami. Tahap seleksi tetap berjalan seperti biasa, dan penempatan akan disesuaikan dengan keahlian mereka," tambah Dwi.
BACA JUGA:Sritex Resmi Bangkrut! 10.000 Karyawan Di-PHK, Ini Penyebab Runtuhnya Raksasa Tekstil Indonesia
BACA JUGA:Inilah Pernyataan Bos Sritex Usai Mengalami Kepailitan dan PHK 12.000 Karyawan!
Selain dua perusahaan tersebut, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) juga terlihat memasang spanduk lowongan magang di sekitar pabrik Sritex sebagai alternatif bagi pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan mereka sebelum mendapatkan pekerjaan baru.
Sritex Bangkrut, 10 Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan
Seperti diketahui, pabrik tekstil Sritex resmi berhenti beroperasi sejak 1 Maret 2025, yang berdampak pada sekitar 10 ribu karyawan yang kehilangan pekerjaan.
Penutupan ini merupakan dampak dari keputusan Pengadilan Niaga Semarang, yang menyatakan Sritex pailit melalui putusan Nomor 12/Pdt.Sus-PKPU/2021.PN.Niaga.Smg pada 25 Januari 2022.