bacakoran.co

Kacau! 81 Juta Data Pelanggan JNE Bocor, Dijual Rp32 Juta

Viral 81 juta data pelanggan JNE bocor--Harian Fajar

BACAKORAN.CO - Kasus kebocoran data pribadi kembali mengguncang dunia digital Indonesia.

Kali ini, perusahaan logistik ternama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menjadi sorotan setelah diduga mengalami peretasan besar-besaran yang mengakibatkan bocornya jutaan data pelanggan.

Berdasarkan unggahan di sebuah forum gelap (dark forum) pada Senin, 11 Agustus 2025, seorang pengguna anonim dengan nama samaran “R0m4nce” mengklaim telah berhasil membobol sistem JNE dan mengakses data pelanggan dari periode Mei hingga 8 Agustus 2025.

Jumlah data yang dikabarkan bocor sangat mencengangkan: sebanyak 81,47 juta entri pelanggan, mencakup informasi yang sangat sensitif seperti nomor resi pengiriman, nama lengkap penerima, alamat rumah, nomor telepon, serta detail barang yang dikirim.

BACA JUGA:Viral Kepergok Curi Ubi, Pemuda di Sumut Dibakar Oknum Polisi dan ASN: Saya Gak Mau Damai!

BACA JUGA:Hotel Syariah Pekalongan Minta Maaf Usai Viral Usir Tamu Gegara Biaya Tambahan

Informasi ini bukan hanya bersifat pribadi, tetapi juga sangat rentan untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam dunia kejahatan siber, data semacam ini bisa menjadi alat untuk melakukan berbagai modus penipuan, mulai dari phishing, pengiriman palsu, hingga pencurian identitas.

Sebagai bukti atas klaimnya, pelaku membagikan cuplikan data yang dapat diunduh secara bebas oleh pengguna forum.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya telah mencoba menghubungi pihak JNE untuk memperingatkan mereka mengenai kebocoran ini, namun tidak mendapatkan respons.

BACA JUGA:Viral Aksi Pungli di Hutan saat Menuju Wisata Air Terjun di Deli Serdang, Begini Kata Kadis Kebudayaan!

BACA JUGA:Miris! Guru di Probolinggo Ketahuan Mencuri Kotak Amal, Aksinya Terekam Kamera

“Kami sudah mencoba menghubungi perusahaan JNE, namun tidak ada balasan. Mungkin mereka memilih untuk mengabaikannya, jadi kami memutuskan untuk menjual data di sini," tulis darkforums.st.

Data yang bocor disimpan dalam format CSV dan JSON, dengan total ukuran mencapai 245 GB dalam kondisi tidak terkompresi.

Kacau! 81 Juta Data Pelanggan JNE Bocor, Dijual Rp32 Juta

Ayu

Ayu


bacakoran.co - kasus kebocoran data pribadi kembali mengguncang dunia digital indonesia.

kali ini, perusahaan logistik ternama pt tiki jalur nugraha ekakurir (jne) menjadi sorotan setelah diduga mengalami peretasan besar-besaran yang mengakibatkan bocornya jutaan data pelanggan.

berdasarkan unggahan di sebuah forum gelap (dark forum) pada senin, 11 agustus 2025, seorang pengguna anonim dengan nama samaran “r0m4nce” mengklaim telah berhasil membobol sistem jne dan mengakses data pelanggan dari periode mei hingga 8 agustus 2025.

jumlah data yang dikabarkan bocor sangat mencengangkan: sebanyak 81,47 juta entri pelanggan, mencakup informasi yang sangat sensitif seperti nomor resi pengiriman, nama lengkap penerima, alamat rumah, nomor telepon, serta detail barang yang dikirim.

informasi ini bukan hanya bersifat pribadi, tetapi juga sangat rentan untuk disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

dalam dunia kejahatan siber, data semacam ini bisa menjadi alat untuk melakukan berbagai modus penipuan, mulai dari phishing, pengiriman palsu, hingga pencurian identitas.

sebagai bukti atas klaimnya, pelaku membagikan cuplikan data yang dapat diunduh secara bebas oleh pengguna forum.

ia juga menyatakan bahwa dirinya telah mencoba menghubungi pihak jne untuk memperingatkan mereka mengenai kebocoran ini, namun tidak mendapatkan respons.

“kami sudah mencoba menghubungi perusahaan jne, namun tidak ada balasan. mungkin mereka memilih untuk mengabaikannya, jadi kami memutuskan untuk menjual data di sini," tulis darkforums.st.

data yang bocor disimpan dalam format csv dan json, dengan total ukuran mencapai 245 gb dalam kondisi tidak terkompresi.

pelaku mematok harga sebesar 2.000 dolar as, atau sekitar rp32 juta, untuk keseluruhan data tersebut.

ia juga membuka opsi pembelian parsial, tergantung pada kesepakatan dengan calon pembeli.

fakta bahwa data ini dijual secara terbuka di forum gelap menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap privasi masyarakat indonesia.

sebelum kabar ini menyebar luas, beberapa warganet telah melaporkan dugaan penipuan yang mereka alami ke akun resmi jne di platform media sosial x (sebelumnya twitter).

laporan-laporan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa data yang bocor memang telah digunakan untuk melakukan aksi kejahatan siber.

banyak pengguna yang mengaku menerima pesan mencurigakan terkait pengiriman barang, padahal mereka tidak sedang menunggu paket apa pun.

kasus yang menimpa jne ini bukanlah yang pertama.

dalam beberapa tahun terakhir, indonesia telah mengalami serangkaian insiden kebocoran data yang melibatkan berbagai institusi besar, mulai dari bpjs kesehatan, lembaga pendidikan, marketplace daring, hingga penyedia layanan transportasi.

pola yang berulang ini menunjukkan bahwa sistem keamanan siber di indonesia masih memiliki banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital.

kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat dan perusahaan bahwa perlindungan data pribadi bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.

di era digital seperti sekarang, data adalah aset yang sangat berharga. ketika jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa sangat merugikan, baik secara finansial maupun psikologis.

oleh karena itu, publik diimbau untuk lebih waspada dalam menjaga informasi pribadi mereka, serta mendesak perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan sistem keamanan mereka demi melindungi data pelanggan.

Tag
Share