Setelah Gunung Marapi Kini Giliran Krakatau Yang Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 2 Km

Senin 04 Dec 2023 - 23:40 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - Belum sudah bencana akibat meletusnya Gunung Marapi di Sumatera Barat, kini giliran anak Gunung Krakatau yang berada di selat Sunda erupsi.

Erupsi anak Gunung Krakatau terpantau Senin 4/12 dengan ketinggian abu vulkanik mencapat 2000 meter dari puncak gunung.

Menurut catatan petugas pantau, sudah lebih dari 130 kali anak Gunung Krakatau ini erupsi selama satu minggu ini.

Bahkan intensitas erupsi anak Gunung Krakatau ini semakin tinggi selama dua hari terakhir.

BACA JUGA:BREAKING NEWS! Erupsi Gunung Anak Krakatau, Radius 5 Kilometer Harus Steril Penduduk

Dampak akibat dari erupsi anak gunung Krakatau ini, masyarakat diminta waspada dan menghindari aktivitas laut khususnya para nelayan untuk mendekat dari gunung ini.

Kepala Pos pantau anak gunung Krakatau di kecamatan Rajabasa Lampung, Andi Suardi meminta msyarakat di pulau Sebesi yang merupakan pulau terdekat dengan Gunung ini untuk waspada.

Pasalnya pada waktu terjadi tsunami akibat letusan Krakatau pada tahun 2018, Pulau Sebesi menjadi yang paling terdampak.

Andi menyebutkan status anak Gunung Krakatau saat ini pada level siaga dua.

BACA JUGA:Buat Para Angler, Tahan Diri Dulu Buat Mancing Ya, Anak Gunung Krakatau Lagi Batuk Batuk

Dia meminta aktivitas nelayan hingga para pendaki gunung untuk menjauhi pusat erupsi.

Erupsi Anak Krakatau Pada Minggu Sebelumnya

Seminggu sebelumnya, masyarakat dihimbau waspada gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami lima kali erupsi, sekitar pukul 11.43 WIB, Senin (27/11/2023).

Menurut petugas pos pantau Gunung Api Pasauran, Deny Mardiono, kolom abu yang disemprotkan mencapai tinggi 2 kilometer, menjadi letusan terbesar dalam bulan ini.

BACA JUGA:Berpacu Dengan Waktu! Total Ada 70 Pendaki Terjebak di Gunung Marapi, Baru 28 Yang Dipastikan Turun

“ Erupsi tersebut menciptakan kolom abu kelabu hingga hitam tebal yang mengarah ke barat laut Gunung Anak Krakatau,” kata Deny.

Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 77 mm dengan durasi 116 detik, menggambarkan intensitas letusan yang signifikan.

Sehari sebelumnya, sekitar pukul 20.54 WIB, pada Minggu (26/11/2023).

Gunung tersebut juga meletus dengan tinggi kolom letusan mencapai ±800 m di atas puncak.

Kategori :